kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Penggelap pajak pupuk di Jawa Barat ditangkap


Jumat, 13 Maret 2015 / 08:20 WIB
ILUSTRASI. Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Jumat 29 September 2023. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) kembali menindak tegas para pengemplang pajak. Terbaru, Ditjen Pajak Jawa Barat (Jabar) I menggandeng kepolisian menangkap DS, Direktur CV TC di Bandung pada Rabu (11/3). 

DS adalah tersangka utama penggelapan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam aktivitas perdagangan pupuk non subsidi di perusahaan. Perusahaan itu sudah memungut pajak, tapi tak menyetorkan ke negara. Pelanggaran ini menyebabkan kerugian negara Rp 5 miliar.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jabar I, Adjat Djatnika, menjelaskan, kasus ini diketahui setelah aparat memeriksa surat pemberitahuan (SPT) PPN tahun pajak 2008-2012. Sebelum penangkapan, kantor pajak telah mengirimkan teguran. "Namun, wajib pajak tak kooperatif," kata Adjat, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3).

Nantinya, bila DS tak kooperatif, proses peradilan akan berlanjut hingga ke meja hijau dan penjara. Namun, jika DS mau melunasi utang pajak, bisa dibebaskan.

Sebelumnya, Ditjen Pajak Jabar I juga telah menyerahkan dua tersangka penggelapan pajak ke Kejaksaan Tinggi Jabar. Kasusnya sama, penggelapan PPN, tapi dengan kerugian negara lebih besar, yakni Rp 12,4 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×