kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pengeroyokan suporter bola, Presiden: Jangan fanatik berlebih yang berujung kriminal


Selasa, 25 September 2018 / 14:36 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo sangat menyayangkan atas meninggalnya suporter Persija Jakarta (Jakmania) Haringga Sirila dalam pengeroyokan jelang laga sepak bola Persib Bandung dan Persija Jakarta, Minggu (23/9).

Presiden mengimbau agar para suporter untuk tidak fanatisme yang berlebihan, sehingga bisa berujung kriminalitas. "Jangan sampai fanatisme yang berlebihan jadi kebablasan sehingga terjadi kriminalitas. Harus segera distop, karena olahraga itu menjunjung sportivitas," ujar Presiden di Balai Kartini, Selasa (25/9).

Untuk itu dirinya meminta kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga, PSSI dan kelompok-kelompok suporter untuk duduk bersama-sama mengatasi hal ini agar tidak terjadi di kemudian hari.

"Ini sudah bolak balik. Harus ada sebuah komitmen bersama agar kejadian itu tidak terulang," tambah dia. 

Bahkan, presiden menilai akan lebih baik jika ada sanksi yang diberlakukan bagi liga atau klub sepak bola kalau hal ini terjadi lagi.

"Tapi sanksi juga tidak menjamin, yang paling penting duduk bersama, Menpora, PSSI, Kelompok suporter, terutama yang fanatik-fanatik, duduk bersama. Ada apa? Itu yang diselesaikan," tutup Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×