kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Pengamat: Jokowi bisa cari pendamping dari militer


Minggu, 23 Maret 2014 / 21:48 WIB
Pengamat: Jokowi bisa cari pendamping dari militer
ILUSTRASI. Manfaat buah srikaya untuk kesehatan.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Akademisi dari Universitas Al Azhar, Ziyad Al Falahi mengatakan, sosok calon wakil presiden (cawapres) yang cocok mendampingi Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) di Pemilu 2014 adalah sosok yang galak atau berlatar belakang militer.

Menurutnya, sosok yang galak, akan lebih stabil jika disandingkan dengan Jokowi yang terkenal dengan pembawaan tenang.  Secara histori, Zyad sudah melihat para pasangan pemimpin sebelumnya, seperti Soekarno yang galak dan Hatta yang tenang.

“Figur secara style, perpaduan antara kalem dan galak itu relatif lebih aman dan lebih stabil. Cawapres yang cocok bagi Jokowi adalah yang galak, secara style,’ kata Zyad diskusi politik dengan tema ‘Efek Jokowi dan Strategi Partai Politik Pilpres 2014, di Cikini, Jakarta, Minggu (23/3).

Meski demikian, lanjut Zyad, sosok cawapres dengan latar belakang militer juga dinilai relevan untuk mendampingi mantan Wali Kota Surakarta itu. Menurut Zyad, sosok dengan latar belakang militer dibutuhkan karena cukup menguasai isu-isu saat ini dan untuk menghadapi situasi chaos.

“Kita juga melihatnya historis, supaya tidak ada mengungkit-ungkit masalah sipil militer. Di Indonesia masalah ini kan sensitif. Setiap hari kita ungkit-ungkit sipil militer. Jadi sipil militer tidak lagi menjadi sesuatu yang relevan. Jadi kalau ditanya apakah sipil atau militer tentu tidak. Tetapi kalau ditanya konteks sekarang tentu adalah figur militer. Jadi selain galak juga militer,” tutur Zyad.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×