kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pengamat ini menilai konsep sub holding Erick Thohir belum jelas, kenapa?


Senin, 02 Desember 2019 / 20:42 WIB
ILUSTRASI. Agus Pambagio, Pengamat Kebijakan Publik


Reporter: Muhammad Kusuma, Vendi Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyebutkan, konsep subholding Menteri BUMN Erick Thohir belum jelas.

"Tidak jelas, yang dulu saja (konsep holding) belum kelihatan hasilnya mau ganti lagi," kata Agus saat dihubungi, Senin (2/12).

Ia menyayangkan sikap pemerintah, dimana setiap berganti pimpinan berganti pula kebijakan. Ia juga mempertanyakan apa tindak lanjut dari holding-holding BUMN yang sudah ada saat ini.

Baca Juga: Erick Thohir bakal ubah rencana Superholding BUMN menjadi hanya Sub Holding BUMN

Lebih lanjut, Agus meminta agar Kementerian BUMN menjelaskan konsep sub holding agar publik mengetahui dengan jelas.

"Sekarang yang holding-holding itu mau diapakan?" ujar dia.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza mendukung konsep sub holding yang digagas Erick Thohir. Menurut dia, sub holding jika dilaksanakan di atas prasyarat yang terpenuhi dapat menjadikan BUMN sebagai lokomotif pembangunan perekonomian.

"Yang jelas, Menteri BUMN harus melakukan audit menyeluruh baik keuangan atau kinerja BUMN sebelum dilaksanakan sub holdingisasi," ucap Faisol.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×