kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Erick Thohir bakal ubah rencana Superholding BUMN menjadi hanya Sub Holding BUMN


Senin, 02 Desember 2019 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo menyerahkan petikan keputusan kepada calon Menteri BUMN Erick Thohir (kiri).


Reporter: | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan akan mengubah konsep superholding BUMN menjadi Sub holding BUMN.

"Urusan super holding kita ubah konsepnya menjadi sub holding yang fokus kepada masing-masing kegiatan unit usaha," kata Erick saat Rapat Kerja dengan Komisi VI, Senin (2/12).

Baca Juga: Wadirut Freeport kosong, Tumbur Parlindungan pernah dipilih jadi Wadirut Freeport

Erick mencontohkan, apakah kedepan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) masih tetap seperti yang ada saat ini atau berdasarkan fungsi pelabuhan.

"Contoh apakah kedepan Pelindo apakah Pelindo 1, Pelindo 2, Pelindo 3, Pelindo 4, atau berdasarlan fungsinya, pelabuhan peti kemas, pelabuhan curah cair, dan lain lain," ujar dia.

Seperti diketahui, pada debat capres terakhir lalu, Jokowi sempat mengutarakan konsep superholding BUMN. Konsep ini mengikuti konsep BUMN asal Singapura yakni Temasek Holdings dan Khazanah Nasional, BUMN asal Malaysia.

Baca Juga: Orias Petrus Moedak, Alumni Unpad yang kini pimpin perusahaan beraset Rp 162 triliun

Menurut Jokowi, dengan cara itu, BUMN bisa lebih berani "keluar kandang" dan membuka jaringan maupun potensi pasar secara global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×