kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Pengamat dukung ekstensifikasi cukai untuk kendalikan konsumsi


Senin, 24 Februari 2020 / 13:35 WIB
Pengamat dukung ekstensifikasi cukai untuk kendalikan konsumsi
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan lemari pendingin minuman kemasan di salah satu gerai Alfamart di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (20/2/2020). Pengamat dukung ekstensifikasi cukai untuk kendalikan konsumsi. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

Yustinus mencontohkan, pengenaan cukai plastik kantong, bagaimana desain kebijakan supaya mendorong penurunan konsumsi dan perubahan perilaku. "Faktanya plastik masih paling efisien, affordable, dan efisien administrasinya," terang dia.

Terkait rencana pengenaan cukai minuman, pihaknya mewanti-wanti agar pemerintah perlu hati-hati. Pasalnya, harus ada batasan minuman apa saja yang perlu dikecualikan.

Baca Juga: Ada cukai plastik kresek, Panca Budi (PBID) andalkan plastik food grade

Yustinus menegaskan, tidak semua yang berpemanis bisa dikelompokkan dalam satu keranjang. Misalnya, ambang batas pemanis yang diperbolehkan berapa? yang di bawah itu tentu aman sehingga seharusnya tak dikenakan.

"Lalu minuman seperti jamu, minuman kesehatan, susu, itu semua harus jelas ambang batasnya," tukas dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×