kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Pengacara: Atut tak punya kepentingan di Lebak


Selasa, 10 Desember 2013 / 22:17 WIB
ILUSTRASI. Berikut beberapa alasan mengapa kucing peliharaan suka tidur dan bermalas-malasan di rumah.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Tubagus Sukatma, Pengacara Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, pertemuan antara Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dengan Ratu Atut dan Akil Mochtar di Singapura, terjadi karena kebetulan.

Sukatma menuturkan, kliennya tak punya kepentingan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Lebak, Banten. "Pertemuan itu dilakukan secara tidak disengaja, tidak direncanakan. Jadi, suatu kebetulan saja ketemu di sana," kata Sukatma usai mendampingi Atut menjalani pemeriksaan di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (10/12) malam.

Sukatma menegaskan, Atut tak punya kepentingan untuk mengurus Pemilukada Lebak. Meskipun, pasangan Amir Hamzah dan Kasmin adalah kader Partai Golkar.

"Tidak ada kepentingan dalam Pilkada Lebak. Sebagai gubernur saja. Tidak ada kaitannya dengan masalah-masalah politik, jadi wajar-wajar saja KPK meminta keterangannya (Atut)," tuturnya.

Soal kenapa Atut diperiksa dalam perkara tersebut, menurut Sukatma itu bagian dari standar pemeriksaan KPK. "Penyidik mungkin perlu klarifikasi terkait posisi dia sebagai kakak dan Gubernur Banten," ucapnya.

Sementara, soal uang yang disita dari Akil, Sukatma berdalih kliennya tak tahu menahu. "Bu Atut sama sekali tidak tahu," cetusnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×