kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pengacara: Atut tak punya kepentingan di Lebak


Selasa, 10 Desember 2013 / 22:17 WIB
ILUSTRASI. Berikut beberapa alasan mengapa kucing peliharaan suka tidur dan bermalas-malasan di rumah.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Tubagus Sukatma, Pengacara Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, pertemuan antara Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dengan Ratu Atut dan Akil Mochtar di Singapura, terjadi karena kebetulan.

Sukatma menuturkan, kliennya tak punya kepentingan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Lebak, Banten. "Pertemuan itu dilakukan secara tidak disengaja, tidak direncanakan. Jadi, suatu kebetulan saja ketemu di sana," kata Sukatma usai mendampingi Atut menjalani pemeriksaan di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (10/12) malam.

Sukatma menegaskan, Atut tak punya kepentingan untuk mengurus Pemilukada Lebak. Meskipun, pasangan Amir Hamzah dan Kasmin adalah kader Partai Golkar.

"Tidak ada kepentingan dalam Pilkada Lebak. Sebagai gubernur saja. Tidak ada kaitannya dengan masalah-masalah politik, jadi wajar-wajar saja KPK meminta keterangannya (Atut)," tuturnya.

Soal kenapa Atut diperiksa dalam perkara tersebut, menurut Sukatma itu bagian dari standar pemeriksaan KPK. "Penyidik mungkin perlu klarifikasi terkait posisi dia sebagai kakak dan Gubernur Banten," ucapnya.

Sementara, soal uang yang disita dari Akil, Sukatma berdalih kliennya tak tahu menahu. "Bu Atut sama sekali tidak tahu," cetusnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×