kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Penerimaan Pajak Kuartal II dan III 2026 Diproyeksi Melemah, Ini Pemicunya


Rabu, 08 April 2026 / 14:08 WIB
Diperbarui Rabu, 08 April 2026 / 14:10 WIB
Penerimaan Pajak Kuartal II dan III 2026 Diproyeksi Melemah, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Suasana di kantor pelayanan pajak Madya, Jakarta Selatan (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

Dalam enam tahun terakhir, jumlah kelas menengah tercatat turun hingga sekitar 10 juta orang dan bergeser ke kelompok rentan atau aspiring middle class yang lebih sensitif terhadap tekanan harga kebutuhan pokok seperti pangan dan energi.

“Ini statusnya kelas menengah, tapi kalau harga beras naik, rentan jatuh ke vulnerable,” ujar Andry.

Perubahan struktur sosial ekonomi ini berdampak langsung pada pola konsumsi masyarakat. Ketika daya beli melemah, transaksi rumah tangga ikut menurun dan berdampak pada turunnya potensi penerimaan PPN.

Baca Juga: Sejumlah Tantangan Ditjen Pajak dalam Mengerek Penerimaan Pajak

Sementara itu, kontribusi kelompok berpenghasilan tinggi terhadap basis pajak dinilai terbatas. Populasi kelas menengah atas dan kelompok kaya di Indonesia jumlahnya kurang dari 5% dari total penduduk, sehingga ruang penguatan penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) juga relatif sempit.

Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat prospek penerimaan pajak pada kuartal II dan III 2026 diperkirakan tidak sekuat awal tahun, sehingga pemerintah perlu mengantisipasi potensi perlambatan dengan penguatan basis pajak dan peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×