kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penerbitan SBN membengkak jadi Rp 457,67 triliun, begini komentar Kemenkeu


Selasa, 26 November 2019 / 16:43 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menjelaskan soal penerbitan Global Bond untuk pembiayaan defisit APBN 2019, Jumat (25/10) di Press Room Kementerian Keuangan.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Kini, perkiraan defisit anggaran semakin melebar menjadi 2%-2,2% dari PDB. Dengan perkiraan tersebut, defisit APBN 2019 diperhitungkan sekitar Rp 322,08 triliun sampai Rp 354,29 triliun. 

Sementara dari sisi pembiayaan utang melalui SBN, pemerintah menetapkan pagu Rp 389 triliun  dalam APBN. Namun, pagu tersebut terus dinaikkan hingga Rp 446,5 triliun dan realisasinya kini telah melampaui pagu terbaru tersebut. 

Baca Juga: Pemerintah akan benahi pengaturan pajak & retribusi daerah untuk percepat investasi

Luky memastikan, pemerintah selalu memperhitungkan risiko dalam melakukan penarikan utang, terutama melalui penerbitan SBN. 

“Di samping melihat faktor cost of fund, kita juga selalu memperhitungkan risiko yang tergambar dalam bagaimana kita menentukan jenis, tenor, maupun mata uang obligasi,” tutur Luky. 

Baca Juga: Sepekan terakhir, BI catat outflow modal asing Rp 2 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×