kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Penciptaan lapangan kerja di era Jokowi/JK belum maksimal


Selasa, 20 Februari 2018 / 12:06 WIB
Pemaparan para ekonom Indef


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Institute for Development Of Economics and Finance (INDEF) menilai penciptaan lapangan kerja pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi-Jk belum maksimal.

Ekonom INDEF Dradjad H wibowo mengatakan, rata-rata pertumbuhan penduduk bekerja pada masa tiga tahun awal Jokowi-JK sebesar 2,13 juta penduduk per tahun. "Lebih rendah dibandingkan dengan masa SBY-Boediono pada 3 tahun pertama sebesar 2,87 juta," ungkapnya dalam acara diskusi Penciptaan Lapangan Kerja, Selasa (20/2).

Dradjad menambahkan pada masa pemerintah SBY-boediono, 1% pertumbuhan ekonomi mampu meningkatkan penduduk yang bekerja sebesar 467.000 orang. Sementara pada pemerintahan Jokowi-JK hanya 426.000 orang. “Penciptaan tenaga kerja merupakan peubah ekonomi politik yang sangat krusial,” tambahnya.

Menurutnya, Kunci bagi kenaikan sosial adalah pekerjaan, bukan program-program yang di lakukan sejak zaman pemerintahan sebelumnya. Program itu hanya bisa mengatasi gejalanya saja, tapi kuncinya memberikan pekerjaan.

Oleh karena itu, Dadjad menyarankan pemerintahan untuk lebih fokus pada penciptaan lapangan kerja agar sektor ekonomi produktivitasnya naik. “Jangan membuat aturan yang memperlambat sektor yang banyak menyerap tenaga kerja. Ini solusi yang ditawarkan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×