kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.569   16,00   0,09%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penciptaan lapangan kerja di era Jokowi/JK belum maksimal


Selasa, 20 Februari 2018 / 12:06 WIB
Pemaparan para ekonom Indef


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Institute for Development Of Economics and Finance (INDEF) menilai penciptaan lapangan kerja pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi-Jk belum maksimal.

Ekonom INDEF Dradjad H wibowo mengatakan, rata-rata pertumbuhan penduduk bekerja pada masa tiga tahun awal Jokowi-JK sebesar 2,13 juta penduduk per tahun. "Lebih rendah dibandingkan dengan masa SBY-Boediono pada 3 tahun pertama sebesar 2,87 juta," ungkapnya dalam acara diskusi Penciptaan Lapangan Kerja, Selasa (20/2).

Dradjad menambahkan pada masa pemerintah SBY-boediono, 1% pertumbuhan ekonomi mampu meningkatkan penduduk yang bekerja sebesar 467.000 orang. Sementara pada pemerintahan Jokowi-JK hanya 426.000 orang. “Penciptaan tenaga kerja merupakan peubah ekonomi politik yang sangat krusial,” tambahnya.

Menurutnya, Kunci bagi kenaikan sosial adalah pekerjaan, bukan program-program yang di lakukan sejak zaman pemerintahan sebelumnya. Program itu hanya bisa mengatasi gejalanya saja, tapi kuncinya memberikan pekerjaan.

Oleh karena itu, Dadjad menyarankan pemerintahan untuk lebih fokus pada penciptaan lapangan kerja agar sektor ekonomi produktivitasnya naik. “Jangan membuat aturan yang memperlambat sektor yang banyak menyerap tenaga kerja. Ini solusi yang ditawarkan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×