kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.025,63   -7,01   -0.68%
  • EMAS932.000 -0,96%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Penambahan Kuota BBM Subsidi Tak Memungkinkan, Pemerintah Diminta Awasi Kebocoran


Jumat, 08 Juli 2022 / 05:55 WIB
Penambahan Kuota BBM Subsidi Tak Memungkinkan, Pemerintah Diminta Awasi Kebocoran


Reporter: Filemon Agung | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menilai penambahan kuota pertalite dan solar subsidi tidak memungkinkan.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan, tambahan alokasi subsidi energi dan kompensasi sebelumnya sudah disetujui.

Kendati demikian, dengan perhitungan yang ada maka tambahan untuk kuota volume pertalite dan solar subsidi tidak memungkinkan dilakukan.

"Berdasarkan asumsi alokasi anggaran ini maka Banggar menghitung dengan cermat, tidak memungkinkan penambahan subsidi kuota pertalite dan solar subsidi," kata Said kepada Kontan, Kamis (7/7).

Said menjelaskan, pada kondisi saat ini, pemerintah harus menutup celah dugaan penyelundupan khususnya solar ke Malaysia. Selain itu, Said menilai perlu ada perbaikan sistem dan tata kelola pembelian.

Baca Juga: Penjelasan Menteri ESDM Arifin Tasrif Soal Aturan Baru Beli Pertalite

"Pembelian melalui mekanisme (pendaftaran via) MyPertamina perlu disempurnakan," terang Said.

Said bahkan mengusulkan agar konsumen pengguna yang berhak membeli pertalite yakni kendaraan roda dua saja serta kendaraan roda empat yang berpelat kuning. Langkah ini dinilai perlu dilakukan untuk menekan konsumsi pertalite.

Said melanjutkan, kebijakan untuk menahan harga BBM subsidi sebagai upaya menjaga momentum pemulihan ekonomi yang tengah terjadi.

"Jadi, dukungan yang diberikan Bangga DPR telah mempertimbangkan banyak aspek, yakni kesiapan APBN dalam menahan kenaikan Pertalite dan solar, dan menjaga daya beli rakyat," tegas Said.

Said menambahkan, Kementerian ESDM dan Pertamina harus disiplin dalam memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran. 

"Kementerian ESDM dan Pertamina harus disiplin terhadap sasaran utama pengguna pertalite dan solar agar barang subsidi ini tepat sasaran, tidak membebani APBN lebih lanjut. Saya juga memberikan apresiasi kesediaan Pertamina untuk memangkas labanya demi membantu APBN atas dampak kenaikan harga minyak dunia," terang Said.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Dunia Naik, Pertalite & Solar Juga Ikut Naik? Ini Kata Pertamina

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Berkomunikasi dengan Diplomatis dan Asertif

[X]
×