kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45970,79   2,64   0.27%
  • EMAS928.000 0,32%
  • RD.SAHAM -0.21%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.05%

Pemulihan negara-negara belum merata, BI akan gaungkan pemulihan bersama di KTT G20


Selasa, 14 September 2021 / 21:30 WIB
Pemulihan negara-negara belum merata, BI akan gaungkan pemulihan bersama di KTT G20
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo saat saat mengikuti rapat virtual pemberantasan pinjaman online ilegal di Jakarta, Jumat (20/8).

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada tahun 2022. Indonesia pun akan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger.”

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, sehubungan dengan tema yang diusung tersebut, Indonesia nantinya akan menggaungkan pemulihan bersama negara-negara di dunia. 

“Pasalnya, memang saat ini ekonomi global sudah mulai membaik. Namun, tidak seimbang. Negara-negara maju sebagian besar sudah mulai pulih, tetapi negara-negara berkembang masih harus mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Perry dalam konferensi pers G20, Selasa (14/9). 

Perry kemudian menjabarkan. Negara-negara maju yang sudah mulai pulih ini merencanakan untuk mengubah arah kebijakan dan mengurangi stimulus fiskal maupun moneter, termasuk di sektor keuangan. 

Baca Juga: Akselerasi sistem pembayaran, negara-negara G20 bakal bahas cross border payment

Salah satunya yang santer beredar adalah kabar rencana pengetatan stimulus moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) yang biasa disebut tapering off. 

Di sisi lain, negara berkembang masih dalam kondisi longgar terkait stimulus moneter, fiskal, dan sistem keuangannya. Makanya, perlu koordinasi yang diperjuangkan dalam pertemuan G20 agar pemulihan ekonomi global bisa lebih seimbang. 

Kalau tidak seimbang, Perry takut ini malah membawa dampak rambatan (spillover effect) terhadap negara berkembang yang nantinya malah menghambat pemulihan ekonomi negara berkembang tersebut. 

“Ini perlu direncanakan secara baik, diperhitungkan secara baik, dan dikomunikasikan secara baik. Sehingga baik negara maju dan berkembang pulih bersama dan menghilangkan dampak yang tidak diinginkan pada negara berkembang,” tandas Perry. 

Selanjutnya: G20: Peningkatan Varian Virus Corona dan Akses Vaksin Buruk Ancam Pemulihan Global

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×