kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pemindahan ibu kota akan minim APBN


Rabu, 05 Juli 2017 / 21:51 WIB


Reporter: Choirun Nisa | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Rencana pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa tidak seluruhnya akan menggunakan dana negara (APBN). Hal ini disampaikan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Gedung DPR RI pada Rabu (5/7).

"Keterlibatan sektor swasta akan kita (pemerintah) dorong sehingga biaya yang dikeluarkan dari APBN sangat minimum."

Untuk menimalkan dana yang dikeluarkan, pemerintah sepakat untuk mencari lokasi yang kepemilikan tanahnya sudah ada di tangan pemerintah.

"Jadi pemerintah tidak harus membeli tanah atau harus memberi biaya ganti-rugi," ujar Bambang lebih lanjut.

Bambang menyatakan, hingga kini kajian perpindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa baru sampai pada besarnya pembiayaan dan skema pembiayaan ibu kota nantinya.

Seperti yang diketahui, pemerintah berniat memindahkan lokasi ibu kota ke luar Jawa. Hal ini dilakukan dengan alasan ingin mengurangi kesenjangan antara kawasan Jawa dan Luar Jawa.

"Ya sebagaimana yang dilakukan Brazilia yang ingin mengurangi kesenjangan di pantai timur Brazil dan pedalaman di Amazon," jelas Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×