kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Pemerintah utang Rp 15 T demi alutsista 2018


Senin, 25 September 2017 / 21:42 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID -  Pemerintah menganggarkan pinjaman sebesar Rp 15,2 triliun untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam RAPBN 2018. Jumlah itu terdiri dari pinjaman luar negeri sebesar Rp 11,7 triliun dan pinjaman dalam negeri Rp 3,5 triliun.

Pinjaman itu masuk dalam pos anggaran pinjaman untuk pembiayaan utang tahun depan. Pinjaman itu, nantinya masuk dalam anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, anggaran Rp 11,7 triliun itu akan digunakan untuk pembelian kapal perusak kawal rudal (PKR), Anti-Submarine Helicopter (ASW), korvet, kapal selam, roket, pesawat multipurpose amphibious, rantis khusus armed AVRMD dan AVFCU, radar GCI, dan kapal mine counter measure.

"Kalau beli dari luar negeri, kami keluarkan letter of credit (LC), bentuknya pinjaman," kata Suahasil di Gedung DPR, Senin (25/9).

Sementara anggaran Rp 3,5 triliun triliun, akan difokuskan untuk membiayai alutsista dan alat material khusus (alamatsus) yang diproduksi industri pertahanan dan keamanan dalam negeri.

Saat ini, Kemhan dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mencatat daftar pembelian dalam daftar kegiatan prioritas pinjaman dalam negeri (DKP PDN) 2018. Nantinya daftar ini akan difinalkan oleh Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) untuk dijadikan bagian dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dalam pengadaan proyek strategis.

Daftar pembelian itu juga nantinya akan didalami dalam rapat panitia kerja (Panja) antara pemerintah dan Banggar DPR mengenai belanja negara dalam RAPBN 2018. "Ini bagian RKP dalam pengadaan proyek strategis. Nanti akan difinalkan, di panja belanja. Juga bisa didalami lagi kebutuhan alutsista yang dibutuhakn Kemhan," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×