kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah telah menyuntikkan vaksin dosis pertama kepada 646.026 orang SDM kesehatan


Kamis, 04 Februari 2021 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac. ANTARA FOTO/Reno Esnir/rwa.


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi G. Sadikin meninjau program vaksinasi COVID-19 massal kepada Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, Kamis (04/02/2021), di Istora Senayan, Jakarta. Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta serta BUMN Bio Farma.

Dalam peninjauan yang berlangsung singkat tersebut tersebut, tampak Presiden didampingi Menkes menyempatkan diri berbincang dan berdialog dengan vaksinator maupun dengan peserta vaksinasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Proses pelaksanaan vaksinasi massal yang menargetkan 6.000 SDM Kesehatan di DKI Jakarta ini telah berlangsung dari pukul 08.30 WIB dan direncanakan akan selesai pada pukul 15.30 WIB. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, hingga Rabu (03/02/2021), Pemerintah telah berhasil menyuntikkan vaksin dosis pertama terhadap 646.026 orang SDM Kesehatan di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Hasil uji klinis: Vaksin Sinovac hasilkan respons kekebalan pada lansia

Presiden Jokowi, dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) mengenai Penanganan Pandemi COVID-19 dan Tindak Lanjut Program Vaksinasi, Rabu (03/02/2021) kemarin, menginstruksikan jajarannya untuk melakukan percepatan dalam pelaksanaan program vaksinasi COVID-19.

“Bapak Presiden selanjutnya mendorong agar vaksinasi bisa ditingkatkan, baik dari segi volume maupun dari segi waktu sehingga herd immunity cepat bisa dapat dilaksanakan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto usai menghadiri SKP.

Terkait hal itu, imbuh Airlangga, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan terus melakukan perbaikan agar dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi yang menargetkan 181,5 juta penduduk Indonesia ini sehingga kekebalan komunitas (herd immunity) dapat segera terwujud.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×