kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Pemerintah Targetkan Investasi Sumbang 30% PDB, Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4%


Kamis, 23 April 2026 / 15:28 WIB
Pemerintah Targetkan Investasi Sumbang 30% PDB, Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4%
ILUSTRASI. Pemerintah Targetkan Penyerapan 3,4 Juta Tenaga Kerja (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan sektor investasi dapat berkontribusi hingga 30% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026. Target ini dipatok sebagai salah satu strategi utama untuk mengejar pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4% di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sektor investasi akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II, III, dan IV 2026.

Selain investasi dari dalam dan luar negeri, pemerintah juga menyoroti peran penguatan investasi melalui BPI Danantara. Hal ini diharapkan semakin memperkuat pencapaian target investasi Rp 2.041,3 triliun yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Standar Konsumsi Jemaah Haji Diperketat, Porsi dan Gizi Ditingkatkan

"Pak Rosan (Menteri Investasi/Kepala BKPM) juga selaku ketua CEO Danantara juga punya target investasi tambahan sendiri. Sehingga dengan demikian target Rp 2.041,3 triliun itu pemerintah optimis ini bisa dicapai," ungkap Airlangga di Kantor BKPM Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Lebih lanjut, Airlangga menyebut, berbagai institusi dunia termasuk Bank Dunia alias World Bank, International Monetary Fund (IMF) juga memproyeksikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ini bisa mencapai sekitar 5,2% minimal. "Jadi itu sejalan dengan target pemerintah 5,4% di 2026," kata Airlangga.

Di tengah ketidakpastian global, pemerintah menilai sektor energi menjadi salah satu fokus utama kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Transformasi menuju energi baru terbarukan (EBT) menjadi prioritas, termasuk pengembangan energi surya.

Airlangga menyebut, pemerintah menargetkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 GW, dengan tahap awal di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) sekitar 13,3 GW. Saat ini, produksi dalam negeri telah mencapai sekitar 5,9 GW.

Menurut Airlangga, program tersebut tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga menjadi pengungkit tambahan investasi di luar proyek yang sudah berjalan.

"Jadi itu adalah pengungkit daripada investasi on top daripada yang sekarang diinvestasikan oleh investor dari dalam negeri maupun luar negeri," jelasnya.

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik

Dari sisi regional, Airlangga menyebut kawasan ASEAN masih menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara global, dengan proyeksi rata-rata tumbuh 4,7%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia yang berada di kisaran 3,2%. Indonesia sendiri diperkirakan tumbuh di atas rata-rata ASEAN, bersama Filipina, dan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan kawasan.

"Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan di ASEAN, bersama dengan Filipina," pungkas Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×