kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Pemerintah tambah Rp 238 triliun untuk kerek ekonomi, ini kata ekonom INDEF


Kamis, 06 Agustus 2020 / 07:34 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah tambah stimulus untuk virus corona


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bakal mengucurkan dana sekitar Rp 238 triliun untuk mendukung program pemulihan ekonomi di paruh kedua tahun 2020. Uang tersebut berasal dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan akan diperluas ke dalam empat stimulus. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengapresiasi langkah tersebut. Apalagi, dalam salah satu stimulusnya terdapat bantuan sosial (bansos) dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). 

Baca Juga: Pemerintah tambah bansos Rp 70,6 triliun pada semester II-2020, berikut peruntukannya

"Ini suatu konsep yang perlu diapresiasi. Kalau dari sisi nominal, cukup. Namun, perlu diperluas lagi karena kalau masih menyasar jumlah yang lebih kecil, maka tidak akan cukup untuk menahan kontraksi maupun resesi pada kuartal III-2020," kata Bhima kepada Kontan.co.id, Rabu (5/8). 

Selain itu, Bhima juga menekankan kalau pemerintah juga perlu menaikkan perhatian pada masyarakat kelompok menengah. Pasalnya, kelompok menengah ini yang menyumbang di kisaran 40% dalam struktur konsumsi. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×