kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pemerintah tak mau dibilang kecolongan soal Nazaruddin


Selasa, 05 Juli 2011 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Saloka Theme Park punya lima zona bermain antara lain zona Pesisir, Balalantar, Ararya, Kamayayi, dan Segara Prada. Dok: Situs resmi Saloka Theme Park.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Menteri koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto menolak keras jika pemerintah telah kecolongan soal keberadaan bekas Bendahara Umum M Nazaruddin yang tidak lagi di Singapura.

"Tidak ada istilah kecolongan. Proses dan prosedurnya kan harus tepat dan benar," katanya Selasa (5/7). Menurutnya, pihak terkait seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri telah bekerja sesuai perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjemput dan membawa pulang Nazaruddin ke tanah air. "Kita tunggu saja kerja mereka supaya kita tidak berspekulasi dan kontraproduktif," katanya.

Djoko pun memastikan jika dirinya selaku Menkopolhukam berkoordinasi dengan pihak terkait. "Jangan pakai kata kecolongan. Kerja aparat itu kan tidak harus selalu lapor ke wartawan," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×