kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.912.000   -20.000   -1,04%
  • USD/IDR 16.463   179,00   1,08%
  • IDX 6.801   33,78   0,50%
  • KOMPAS100 984   5,07   0,52%
  • LQ45 763   1,15   0,15%
  • ISSI 216   1,29   0,60%
  • IDX30 396   0,94   0,24%
  • IDXHIDIV20 473   1,30   0,28%
  • IDX80 111   0,13   0,12%
  • IDXV30 115   -0,66   -0,58%
  • IDXQ30 130   0,57   0,44%

Pemerintah susun aturan pengembangan KEK


Rabu, 16 September 2015 / 17:05 WIB
Pemerintah susun aturan pengembangan KEK


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang sudah lama didengung-dengungkan pemerintah, kini masih sering tersendat lantaran masalah lahan. Maklum, pembangunan KEK kerap menjadi ajang spekulasi harga lahan dan properti di sekitar kawasan KEK.

Nah, untuk memberikan kepastian harga properti dan lahan di sekitar KEK, kini pemerintah tengah menyusun rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pembangunan KEK. Aturan baru ini akan merevisi PP nomor 24 tahun 2009 tentang Kawasan Industri. Dalam rancangan beleid baru itu, pemerintah akan membuat standar mutu investasi yang boleh masuk ke dalam KEK.

Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono mengatakan, pemerintah akan menyusun standarisasi investasi di KEK. Sehingga, "Jika investasinya tidak sesuai, maka mereka (investor) terpaksa mencari lokasi lain," katanya, kepada KONTAN Selasa (15/9).

Ia mencontohkan, standarisasi ini akan dilakukan untuk beberapa investasi yang akan dilakukan investor seperti pembangunan jalan, hotel dan fasilitas pendukung lainnya di masing-masing KEK. Standarisasi ini, kata Imam, dilakukan untuk mencegah permainan harga lahan di sekitar wilayah KEK.

Selain itu, investor juga tak bisa semena-mena menentukan harga. Sebab sudah ada spesifikasi yang dibuat sebagai patokan penentuan harga.

Catatan saja, saat ini setidaknya ada sekitar delapan KEK yang tengah dikembangkan pemerintah. Namun, dari sejumlah KEK itu, baru beberapa yang sudah berjalan.

Difinalisasi

Menurut Imam, kini rancangan beleid itu tengah difinalisasi di tingkat Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian. Aturan ini juga masuk dalam paket kebijakan September yang diumumkan Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan bilang, penetapan harga lahan dan properti tak bisa dilakukan dengan penetapan harga langsung, sehingga harus dikembalikan dengan mekanisme pasar. Nah, dengan adanya spesifikasi ini, maka harga lahan akan menemukan standarnya sehingga tidak akan bergerak liar.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menambahkan, kebijakan ini akan memberikan kepastian bagi investor untuk berinvestasi di KEK. Menurutnya, kepastian harga lahan ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. 

Daftar Kawasan Ekonomi Khusus yang akan dikembangkan pemerintah

Nama KEK Lokasi Sektor industri
Bitung Sulawesi Utara Perikanan, pengolahan agro dan logistik
Maloy Batuta Trans Kalimantan Kalimantan Timur Kelapa sawit dan logistik
Mandalika Nusa Tenggara Barat Pariwisata, MICE, agro industri dan eco tourism
Morotai Maluku Utara Pengolahan ikan, manufaktur, logistik, pariwisata
Palu Sulawesi Tengah Pertambangan, pengolahan kakao, karet, rotan, manufaktur alat berat, otomotif, elektronik dan logistik
Sei Mangkei Sumatra Utara Hilirisasi kelapa sawit, karet logistik, dan energi
Tanjung Api-api Sumatra Selatan Karet, kelapa sawit, dan industri petrokimia
Tanjung Lesung Banten Pariwisata

Sumber: Riset KONTAN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Negotiation Mastery

[X]
×