kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Pemerintah sulit jual aset eks BPPN


Rabu, 22 September 2010 / 15:08 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Aset Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sulit dijual. Salah satu contohnya adalah 220 unit apartemen di Casablanca, Kuningan.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hadiyanto menyatakan harga apartemen yang disita tersebut kalah bersaing dengan proyek sejenis lainnnya. "Apartemen itu tidak laku dijual karena harganya kalah bersaing dan posisinya kurang bagus," katanya kepada wartawan, Rabu (22/9).

Padahal, Hadiyanto mengatakan, nilai jual objek pajak (NJOP) apartemen itu lebih tinggi ketimbang harga pasarnya. "Bagaimana mungkin kami bisa lepas, karena NJOP tercatat Rp 660 juta, tapi konkretnya di lapangan itu Rp 240 juta. Kami tidak berani," jelasnya.

Karena itu, Hadiyanto mengusulkan payung hukum untuk melepaskan aset-aset yang terkendala penjualan itu. Selain apartemen itu, ada pula aset piutang yang tercatat bermasalah adalah dalam bentuk hotel yang kondisinya sudah hampir roboh. "Ada juga yang kami bukukan itu aset Texmaco Group yang memiliki utang Rp28 triliun, tapi ternyata nilai asetnya hanya Rp 1 triliun," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×