kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Pemerintah Siaga Hadapi El Nino, Jaga Pasokan Air dan Produksi Pangan


Selasa, 28 Juli 2026 / 19:15 WIB
Pemerintah Siaga Hadapi El Nino, Jaga Pasokan Air dan Produksi Pangan
ILUSTRASI. Peluang terjadinya El Nino di Indonesia menguat (ANTARA/ARNAS PADDA)


Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai memperkuat kesiapan menghadapi ancaman El Nino yang diperkirakan beriringan dengan musim kemarau.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu gangguan pada ketersediaan air, produksi pangan, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada jajaran kementerian dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini.

Baca Juga: Super El Nino Diprediksi Menguat, BMKG Ungkap Kapan Dampaknya Mulai Terasa di RI

"Potensi El Nino yang juga mungkin menghadirkan bencana di negeri kita. Kita harus menyiapkan diri sebaik mungkin agar El Nino yang berhimpit dengan masa kemarau tidak terlalu menghadirkan permasalahan bagi masyarakat kita, termasuk mengganggu sektor pangan dan ekonomi secara keseluruhan," ujar AHY dalam konferensi pers di Istana, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

AHY menyebut, salah satu perhatian utama pemerintah adalah memastikan kesiapan infrastruktur sumber daya air. Bendungan, waduk, hingga jaringan irigasi harus mampu menjaga pasokan air bersih dan mendukung kebutuhan pertanian selama periode kemarau.

Menurut dia, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas sawah agar tidak terganggu akibat berkurangnya curah hujan. Pemerintah memastikan pasokan air baku bagi masyarakat serta kebutuhan irigasi pertanian tetap berjalan.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita memastikan ketersediaan air bersih ini bisa tetap terjamin. Bendungan dan waduk harus memiliki debit air yang cukup untuk supply air bersih, air baku bagi masyarakat, dan juga mendukung irigasi," kata AHY.

Baca Juga: Cek Instruksi Prabowo ke BMKG untuk Hadapi El Nino 2026

Ia menambahkan, berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, kondisi neraca air nasional saat ini masih dalam kategori aman. Pemerintah juga memperoleh laporan dari Kementerian Pertanian bahwa stok pangan nasional masih mencukupi untuk menghadapi potensi dampak El Nino.

Meski demikian, AHY menegaskan pemerintah tidak boleh lengah karena intensitas El Nino dapat meningkat. Selain persoalan air dan pangan, pemerintah juga mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat saat musim kering.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Daerah-daerah tersebut memiliki risiko munculnya titik panas, baik di kawasan gambut maupun non-gambut.

Baca Juga: China Siaga, Dampak El Nino Akan Capai Puncak di Musin Gugur dan Musim Dingin 2026

Pemerintah, kata AHY, akan terus melakukan pemantauan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan dampak El Nino dapat ditekan, terutama terhadap sektor pangan, ekonomi, dan kebutuhan dasar masyarakat.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/07/28/18584801/prabowo-perintahkan-daerah-bersiap-hadapi-el-nino-dan-musim-kemarau-wanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×