CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pemerintah Salurkan Rp 15,2 Triliun untuk Insentif Perpajakan Per 18 November


Sabtu, 26 November 2022 / 13:00 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah masih memberikan insentif perpajakan dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari data pemerintah, hingga 18 November 2022, pemerintah telah menyalurkan sekitar Rp 15,2 triliun insentif perpajakan. 

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengungkapkan, insentif yang diberikan pemerintah antara lain terkait dengan pemanfaatan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor sebesar Rp 480 miliar, PPh Pasal 25 yang dipotong 50% sebesar Rp 1,4 triliun. 

Kemudian PPh Final Tata Guna Air sebesar Rp 49 miliar, restitusi dipercepat mencapai Rp 11,2 triliun, pemanfaatan PPnBM ditanggung pemerintah (DTP) mobil Rp 408 miliar, PPh DTP properti Rp 523 miliar, serta insentif PPN DTP untuk impor alat kesehatan sebesar Rp 420 miliar. 

Baca Juga: Penerimaan PPN Jadi Tulang Punggung Penerimaan Pajak Per Akhir Oktober 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemberian insentif ini diharapkan mampu menjadi bantalan di tengah risiko ketidakpastian global yang masih tinggi. Dengan demikian, APBN harus tetap dijaga untuk berfungsi optimal. 

“Program PC-PEN yang diberikan tetap harus responsif dan antisipatif. Pasalnya, penguatan pemulihan ekonomi masih terus berproses dan perlu diakselerasi,” terang Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (24/11). 

Sebagai tambahan informasi, secara keseluruhan pemerintah telah menyalurkan Rp 280,7 triliun untuk program PEN. Inis etara 61,6% dari alokasi yang sebesar Rp 455,62 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×