kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemerintah pusat panggil daerah yang lamban kucurkan dana BOS


Minggu, 08 Mei 2011 / 14:54 WIB


Reporter: Riendy Astria | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kementerian Dalam Negeri memanggil sekretaris daerah yang lamban mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan pertama. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku sudah melayangkan surat ke sekretaris daerah yang malas tersebut.

Gamawan mengakui ada pemerintah daerah yang belum mengucurkan dana BOS triwulan pertama. Seperti diketahui, dalam laporan dana BOS triwulan I disebutkan ada sekitar 20 kabupaten/kota yang belum menyalurkan dana BOS. Sedangkan pada triwulan II ini, sekitar kurang lebih 116 daerah sudah mentransfer ke sekolah-sekolah.

Menurut Gamawan, pemanggilan ini agar daerah segera mencairkan dana BOS tersebut. Dia juga memberikan kelonggaran bagi daerah tersebut. "Jika sudah dipanggil dan aturan diperlonggar namun daerah belum juga menyalurkan, ini namanya mereka tidak sungguh-sungguh melakukan kewajiban. Ini lalai dalam mengelola keuangan, penyelanggara pendidikan lalai,” jelasnya, Jumat (6/5).

Cuma, Gamawan belum bisa memberikan sanksi kepada daerah yang malas tersebut. Namun, dia mengatakan kelambanan pengucuran dana BOS ini justru merugikan daerah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×