kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Pemerintah pertimbangkan relokasi warga Syiah


Selasa, 28 Agustus 2012 / 17:18 WIB
ILUSTRASI. Inggris tetap memberlakukan kewajiban karantina untuk pelancong yang tiba dari Prancis


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah tengah mempertimbangkan merelokasi korban penyerangan kelompok Islam Syiah di Madura. Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, relokasi ini karena ada keinginan para korban untuk dipindahkan.

Suryadharma mengaku keinginan itu disampaikan saat dirinya berkunjung ke Sampang, Madura. "Ketika saya bertemu ibunda Tajul Muluk, ibu Umma, beliau mengatakan ingin pindah ke tempat lain bersama yang lain," terangnya, Selasa (28/8).

Suryadharma mengaku upaya relokasi ini masih didalami Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Dia mengatakan, relokasi ini membutuhkan waktu.

Asal tahu saja, kasus penyerangan terhadap kelompok Islam Syiah di Sampang terjadi pada Minggu (26/8) malam. Dua orang tewas dalam penyerangan itu. Sebanyak 37 rumah dibakar.

Polisi telah menahan seorang berinisial R yang dianggap menjadi dalang penyerangan itu. Suryadharma menilai, tidak ada pembiaran muapun keterlambatan penangangan konflik. Hal ini berdasarkan sebagian rumah yang tidak dibakar oleh massa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×