kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Pemerintah pertimbangkan relokasi warga Syiah


Selasa, 28 Agustus 2012 / 17:18 WIB
Pemerintah pertimbangkan relokasi warga Syiah
ILUSTRASI. Inggris tetap memberlakukan kewajiban karantina untuk pelancong yang tiba dari Prancis


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah tengah mempertimbangkan merelokasi korban penyerangan kelompok Islam Syiah di Madura. Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, relokasi ini karena ada keinginan para korban untuk dipindahkan.

Suryadharma mengaku keinginan itu disampaikan saat dirinya berkunjung ke Sampang, Madura. "Ketika saya bertemu ibunda Tajul Muluk, ibu Umma, beliau mengatakan ingin pindah ke tempat lain bersama yang lain," terangnya, Selasa (28/8).

Suryadharma mengaku upaya relokasi ini masih didalami Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Dia mengatakan, relokasi ini membutuhkan waktu.

Asal tahu saja, kasus penyerangan terhadap kelompok Islam Syiah di Sampang terjadi pada Minggu (26/8) malam. Dua orang tewas dalam penyerangan itu. Sebanyak 37 rumah dibakar.

Polisi telah menahan seorang berinisial R yang dianggap menjadi dalang penyerangan itu. Suryadharma menilai, tidak ada pembiaran muapun keterlambatan penangangan konflik. Hal ini berdasarkan sebagian rumah yang tidak dibakar oleh massa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×