kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.057   49,00   0,27%
  • IDX 6.275   40,33   0,65%
  • KOMPAS100 823   4,75   0,58%
  • LQ45 627   3,49   0,56%
  • ISSI 217   0,81   0,38%
  • IDX30 352   2,39   0,68%
  • IDXHIDIV20 433   2,30   0,53%
  • IDX80 94   0,46   0,49%
  • IDXV30 119   0,43   0,36%
  • IDXQ30 112   0,56   0,50%

Pemerintah pertahankan asumsi ekspor impor


Kamis, 02 September 2010 / 11:03 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Keuangan Agus Martowardojo belum mau mengubah asumsi makro ekspor impor tahun depan meski neraca perdagangan defisit pada Juli lalu. Agus beralasan tidak ada asumsi yang terkait dengan neraca perdagangan.

Untuk tahun depan, pemerintah telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3%. Untuk menompang target pertumbuhan ekonomi itu, pemerintah mematok asumsi ekspor barang dan jasa sebesar 8,3%. Asumsi ekspor itu lebih kecil dibandingkan asumsi impor barang dan jasa yang ditetapkan 9,3%.

Berdasarkan asumsi ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida S. Alisyahbana meramalkan potensi defisit semakin besar. Untuk Juli ini, Badan Pusat Statistik sudah mencatat ada defisit sebesar US$ 128,7 juta.

Namun, Agug mengatakan, pemerintah akan terus menggenjot ekspor tahun depan terutama dari gas. "Untuk minyak bumi, kita masih impor," katanya. Dia juga berharap ekspor non migas juga meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×