Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - MADINAH. Upaya memperkuat perlindungan dan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia terus dilakukan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Madinah. Salah satunya dengan memperkuat koordinasi keamanan jemaah haji saat beribadah di Masjid Nabawi.
Kepala Daker Madinah 2026, Khalilurrahman bersama jajaran melakukan kunjungan silaturahmi dan audiensi dengan pimpinan otoritas keamanan Masjid Nabawi.
Rombongan yang turut hadir antara lain Kepala Seksi Perhitungan Jemaah Ali Nurokhim, Kepala Seksi Khusus Masjid Nabawi M. Thoriq, serta pegawai teknis urusan haji di Jeddah.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi dengan Mayjen Syu’ab bin Nuaiman Al Bardawi selaku pimpinan otoritas keamanan Masjid Nabawi.
Dalam audiensi tersebut, Khalilurrahman menyampaikan tiga poin utama. Pertama, informasi awal terkait kedatangan jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan mulai 22 April 2026, dengan total jemaah haji reguler sebanyak 203.320 orang.
Baca Juga: Shalat Jumat di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Diimbau Bawa Sandal hingga Wudhu di Hotel
Kedua, komitmen PPIH Arab Saudi Daker Madinah untuk menjalin kerja sama erat dalam menjaga keamanan dan keselamatan jemaah selama berada di Masjid Nabawi. Ketiga, penjelasan mengenai keberadaan petugas khusus Masjid Nabawi dari Indonesia yang akan membantu pihak keamanan setempat.
“Khususnya dalam menangani jemaah yang mengalami gangguan kesehatan, terpisah dari rombongan, atau kondisi darurat lainnya saat beribadah,” kata Khalil mengutip keterangannya, Kamis (24/4/2026).
Pihak otoritas keamanan Masjid Nabawi menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kesiapan serta koordinasi yang dibangun oleh tim PPIH. Mereka juga menegaskan dukungan penuh terhadap berbagai langkah yang dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan maksimal bagi jemaah haji Indonesia.
Baca Juga: Daker Bandara Imbau Ketua Rombongan Atur Anggotanya Demi Percepat Penempatan Bus
Lebih lanjut, otoritas keamanan mengimbau agar seluruh petugas tidak ragu untuk segera melaporkan setiap permasalahan yang muncul di lapangan. Komunikasi aktif dinilai menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Selain itu, petugas juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan darurat melalui call center 911 apabila diperlukan penanganan cepat.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Indonesia dan otoritas Arab Saudi dalam menghadirkan pelayanan haji yang aman, nyaman, dan humanis. Dengan koordinasi yang semakin solid, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tenang di Masjid Nabawi.
Baca Juga: Mengenal Makkah Route, Jemaah Tak Harus Melewati Keimigrasian di Arab Saudi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












