kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Pemerintah periksa kembali satu spesimen WNI ABK Diamond Princess, kenapa?


Kamis, 05 Maret 2020 / 13:55 WIB
ILUSTRASI. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan I) Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M., sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) beserta staf, meninjau lokasi observasi 69 WNI Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar Diam


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memeriksa kembali satu spesimen dari Warga Negara Indonesia (WNI) Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess.

Sebelumnya terdapat 69 WNI ABK Diamond Princess yang menjalani observasi di Pulau Sebaru. Observasi dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona (COVID-19) mengingat Diamond Princess sempat dikarantina di Jepang karena penularan COVID-19.

Baca Juga: Antisipasi corona, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia ingatkan enam hal ini

"Satu spesimen pendalaman lagi, kita minta diambilkan spesimen lagi untuk dikirim," ujar juru bicara pemerintah untuk penanggulangan COVID-19 Achmad Yurianto di Kantor Staf Presiden, Kamis (5/3).

Sebelumnya pemeriksaan telah dilakukan untuk 69 WNI ABK Diamond Princess yang dipulangkan dari Jepang tersebut. Sebanyak 68 spesimen dinyatakan negatif dari virus korona.

Selain WNI ABK Diamond Princess, Indonesia juga mengevakuasi WNI ABK World Dream sebelumnya. Total terdapat 188 orang yang dievakuasi dari kapal tersebut.

"ABK World Dream 188 sudah selesai dan semua negatif," terang Yuri.

Baca Juga: Heboh soal virus corona, Bareskrim pantau penjualan masker via online

WNI ABK World Dream pun saat ini sedang menjalani observasi di Pulau Sebaru. Observasi untuk ABK kedua kapal tersebut akan dilakukan selama 28 hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×