kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pemerintah ngotot ingin naikkan tarif setrum 2011


Senin, 30 Agustus 2010 / 18:43 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pemerintah rupanya bersikukuh ingin menaikkan tarif dasar listrik (TDL) pada 2011 mendatang. Ini karena, anggaran subsidi listrik makin terbatas, sementara beban pun terus bertambah. Pemerintah memang memberikan iming-iming janji kenaikan tersebut tidak akan merugikan masyarakat kecil.

Berdasar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 subsidi listrik hanya dianggarkan Rp 41,02 triliun. Ini terdiri dari kebutuhan subsidi berjalan Rp 36,44 triliun dan kekurangan subsidi tahun 2009 sebesar Rp 4,58 triliun. Anggaran tahun depan ini jauh lebih kecil dari anggaran subsidi berjalan tahun 2009 yang mencapai Rp 37,8 triliun.

Di sisi lain, sepanjang tahun, kebutuhan untuk subsidi listrik terus bertambah. Darwin Zahedy Saleh bilang, kebutuhan subsidi listrik pada tahun 2011 mendatang mencapai Rp 49,14 triliun. "Dengan anggaran yang terbatas, mau tak mau kita harus menaikkan TDL," kata Zahedy saat rapat kerja dengan Komisi VII, Senin (30/8).

Ini lantaran, penggunaan listrik makin bertambah sepanjang tahun. Diperkirakan, pertumbuhan penjualan listrik mencapai 7,4%. "Agar kebutuhan subsidi tidak defisit, maka TDL harus naik 15%," kata Zahedy. Namun ia menjanjikan, kenaikan TDL tersebut tidak akan merugikan rakyat kecil karena penggunaan dana subsidi tersebut akan diarahkan agar tepat sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×