kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah menargetkan dapat menekan angka kemiskinan hingga 9% pada 2022


Minggu, 20 Juni 2021 / 04:15 WIB


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19%. Hal ini meningkat 0,41% poin terhadap Maret 2020 dan meningkat 0,97% poin terhadap September 2019.

Jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 27,55 juta orang. Hal ini meningkat 1,13 juta orang dibandingkan Maret 2020 dan meningkat 2,76 juta orang terhadap September 2019.

Selain itu, pada September 2020, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,385.

Baca Juga: Pemerintah proyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 sekitar 5,8%-7% yoy

Angka ini meningkat 0,004 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,381 dan meningkat 0,005 poin dibandingkan dengan Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,380.

Gini Ratio perkotaan pada September 2020 tercatat sebesar 0,399, naik dibanding Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,393 dan Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,391.

Selanjutnya: Pertumbuhan ekonomi tahun depan ditargetkan sebesar 5,2%-5,8%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×