kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah memastikan data Covid-19 transparan


Rabu, 30 Desember 2020 / 06:40 WIB
Pemerintah memastikan data Covid-19 transparan
ILUSTRASI. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan memastikan data terkait virus corona (Covid-19) yang disampaikan bersifat transparan.

Data dan informasi yang diberikan bertujuan untuk memberikan informasi dan gambaran penanganan pandemi Covid-19. Data tersebut juga dihimpun dari Satgas Penanganan Covid-19 daerah dan pemerintah daerah.

"Bentuk tanggungjawab kami sebagai Satgas Covid-19, memastikan hak masyarakat mendapatkan informasi yang transparan tanpa ditutupi," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (29/12)

Data terkait Covid-19 disampaikan Wiku dapat digunakan sebagai peringatan dini bagi daerah. Sehingga daerah dapat menyesuaikan kegiatan dengan kondisi penularan Covid-19 yang ada.

Baca Juga: Satgas IDI: Saya tak bisa bayangkan kalau virus Inggris B117 ini masuk ke Indonesia

Selain data penanganan Covid-19, pemerintah juga tengah berupaya menyusun data terkait vaksinasi. Nantinya akan dikembangkan sistem untuk memastikan masyarakat menerima vaksin.

"Pemerintah saat ini sedang mengembangkan sistem, yang nantinya memastikan masyarakat sudah menerima vaksin sesuai ketentuan medis," terang Wiku.

Sebagai informasi berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga saat ini (29/12) terdapat total 727.122 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dari angka tersebut sebanyak 596.783 kasus sembuh dan 21.703 kasus meninggal dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×