kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pemerintah masih bahas teknis pemulangan 238 WNI di Natuna


Selasa, 11 Februari 2020 / 14:52 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 orang WNI dari Wuhan, China tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natu


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Dalam kesempatan yang sama, Terawan juga menanggapi pendapat dari peneliti Harvard yang mengatakan belum terdeteksinya penyebaran virus corona di Indonesia. Terawan mengatakan, dalam melakukan pengecekan virus corona,  Indonesia sudah mengikuti standar-standar internasional yang ditetapkan.

Karena itu, dia mempersilakan beberapa pihak yang masih meragukan pemeriksaan di Indonesia, untuk datang dan melihat pengecekan tersebut.

Baca Juga: Hadapi pelemahan global, begini strategi Jokowi dorong pertumbuhan ekonomi

"Silakan mereka dari WHO pun, dari Amerika, kita persilakan untuk ikut melihat prosesnya, untuk melihat prosesnya sudah sesuai tidak, kita terbuka kok, tidak ada yang ditutup-tutupi," kata Terawan.

Menurut Terawan, Indonesia juga terus meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus corona ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×