kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Pemerintah Klaim Sudah Antisipasi Lonjakan Ekspor China


Selasa, 19 Januari 2010 / 14:40 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pemerintah mengklaim, sudah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas ASEAN China. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, tim yang dibuat pemerintah terkait pelaksanaan FTA. "Seperti bagaimana Ditjen Bea Cukai menerapkan early warning system dalam mengawasi apakah ada lonjakan impor," ucap Hatta, Selasa (19/1).

Hatta melanjutkan, pemerintah juga telah mewajibkan barang yang masuk ke Indonesia kudu menggunakan Bahasa Indonesia. Selain itu, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan produk sesuai dengan standar nasional. "Diperketat juga surat keterangan asal (SKA)barang yang keluar masuk Indonesia oleh Bea Cukai," sambungnya.

Untuk memastikan pelaksanaan itu, rencananya pemerintah yang diwakili Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Menteri Perindustrian MS Hidayat, akan melakukan pengecekan langsung arus barang di pelabuhan Tanjung Priok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×