Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengklaim membukukan hasil positif dari diplomasi tarif dagang dengan Amerika Serikat (AS).
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut, negosiasi dengan Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) menghasilkan kesepakatan yang dinilai optimal bagi Indonesia.
Meski belum merinci komoditasnya, pemerintah memastikan sejumlah produk unggulan berorientasi ekspor ke AS akan memperoleh perlakuan tarif yang lebih bersahabat.
Baca Juga: Negosiasi Tarif Indonesia–AS Capai Hasil Optimal, Pemerintah Sebut Ada “Kejutan”
"Nanti akan ada surprise untuk beberapa komoditas dengan ekspor besar ke AS," kata Susiwijono, Kamis (29/1/2026).
Pemerintah berharap hasil diplomasi ini memperluas akses produk nasional ke pasar AS, memperkuat daya saing ekspor, dan memberi dorongan awal bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.
Di sisi lain, pemerintah mengakui dinamika global masih penuh ketidakpastian.
Susiwijono menyinggung kecenderungan Presiden AS Donald Trump yang kerap menjadikan tarif sebagai instrumen geopolitik, memicu gangguan rantai pasok dan menambah risiko bagi perdagangan internasional.
Baca Juga: Soal Update Negosiasi Tarif Trump, Kemenko Perekonomian: Bakal Ada Kejutan
Dalam konteks tersebut, pemerintah menegaskan diplomasi tarif menjadi kunci untuk menjaga kepentingan ekspor Indonesia di tengah tekanan dan perubahan kebijakan dagang global.
Selanjutnya: Dunia 2026: Ini 10 Risiko Global Terbesar yang Ancam Kehidupan Manusia
Menarik Dibaca: 7 Film Fantasi Korea Terbaik, Temukan Rekomendasi Seru di Sini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













