kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Negosiasi Tarif Indonesia–AS Capai Hasil Optimal, Pemerintah Sebut Ada “Kejutan”


Kamis, 29 Januari 2026 / 20:30 WIB
Negosiasi Tarif Indonesia–AS Capai Hasil Optimal, Pemerintah Sebut Ada “Kejutan”
ILUSTRASI. Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko), Susiwijono Moegiarso, membawa kabar positif terkait hasil negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

Pemerintah mengeklaim telah mencapai kesepakatan yang sangat optimal dengan Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR).

Susiwijono mengungkapkan bahwa hasil negosiasi ini akan memberikan "kejutan" bagi dunia usaha, terutama pada beberapa komoditas unggulan Indonesia yang memiliki volume ekspor tinggi ke Negeri Paman Sam.

"Hasil negosiasi tarif kita sangat bagus. Nanti akan agak sedikit surprise (kejutan) beberapa komoditas yang ekspornya tinggi sekali ke Amerika, kita berhasil menegosiasikan sangat optimal," ujar Susiwijono dalam acara Dua Dekade Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP), Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Molor Dari Target, Kesepakatan RI soal Tarif Trump Dilakukan Minggu Kedua Februari

Menurutnya, keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan ruang lebih bagi produk Indonesia melalui pemberian hak istimewa tarif (privilege tarif) oleh USTR.

Susiwijono optimistis hal ini akan menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun mendatang.

"Mudah-mudahan ini menjadi pendorong ekonomi kita di Kuartal I tahun 2026," katanya.

Meski berhasil mengamankan kesepakatan perdagangan yang menguntungkan dengan AS, pemerintah tetap mewaspadai eskalasi ketegangan ekonomi global.

Susiwijono menyoroti penggunaan instrumen tarif oleh Presiden Donald Trump sebagai alat tekanan geopolitik.

Menurutnya, fenomena ini menjadi tantangan besar bagi stabilitas ekonomi dan diplomasi Indonesia ke depan.

Baca Juga: Siap-Siap, Menkeu Purbaya Berencana Tambah Layer Tarif Cukai Rokok pada 2026

"Harus kita akui, instrumen tarif yang digunakan Trump ini sangat mempengaruhi, bagaimana supply chain atau kemudian berbagai rantai pasok global," katanya.

Dengan dinamika kebijakan tarif yang kian dipolitisasi dalam percaturan global, hasil negosiasi ini dinilai menjadi langkah strategis Indonesia untuk menjaga daya saing ekspor sekaligus memperkuat posisi tawar di tengah ketidakpastian rantai pasok dunia.

Pemerintah berharap, keistimewaan tarif yang diperoleh dapat segera diterjemahkan menjadi peningkatan volume ekspor dan kinerja industri berorientasi ekspor pada awal 2026.

Selanjutnya: Data Pribadi Kamu Terancam? Hindari 7 Kebiasaan Buruk saat Pakai Mobile Banking

Menarik Dibaca: Data Pribadi Kamu Terancam? Hindari 7 Kebiasaan Buruk saat Pakai Mobile Banking

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×