kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.972   80,00   0,45%
  • IDX 5.913   -188,25   -3,09%
  • KOMPAS100 770   -25,15   -3,16%
  • LQ45 583   -15,60   -2,61%
  • ISSI 205   -6,92   -3,27%
  • IDX30 330   -8,19   -2,42%
  • IDXHIDIV20 404   -8,21   -1,99%
  • IDX80 87   -2,80   -3,11%
  • IDXV30 109   -1,85   -1,66%
  • IDXQ30 106   -2,12   -1,97%

Pemerintah Klaim Pemulihan Pascabencana Sumatra Capai 73%, 11 Daerah Masih Jadi PR


Kamis, 26 Maret 2026 / 14:40 WIB
Pemerintah Klaim Pemulihan Pascabencana Sumatra Capai 73%, 11 Daerah Masih Jadi PR
ILUSTRASI. Mendagri sekaligus Ketua Satgas PRR Tito Karnavian (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) melaporkan progres pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatra.

Ketua Satgas PRR Tito Karnavian mengungkapkan, sebanyak 38 dari total 52 kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah dinyatakan kembali normal. Capaian ini setara dengan sekitar 73% dari seluruh wilayah terdampak.

Baca Juga: DJP: Pelaporan SPT Pajak 2025 Sudah Capai 9,07 Juta Hingga 25 Maret

“Dari total 52 kabupaten/kota yang terdampak, sebanyak 38 di antaranya sudah kembali normal,” ujar Tito dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Secara rinci, daerah yang telah pulih mencakup 13 kabupaten/kota di Sumatra Barat, 10 kabupaten/kota di Aceh, serta 15 kabupaten/kota di Sumatra Utara.

Tito menjelaskan, penetapan status “normal” didasarkan pada lima indikator utama, yakni berjalannya pemerintahan, pulihnya layanan publik, terbukanya akses jalan, aktivitas perekonomian yang kembali berjalan, serta rumah ibadah yang sudah dapat difungsikan.

Selain itu, terdapat tiga wilayah yang saat ini masuk kategori mendekati normal, yakni Kabupaten Tanah Datar (Sumatra Barat), Kabupaten Tapanuli Selatan (Sumatra Utara), dan Kabupaten Bener Meriah (Aceh).

“Bener Meriah sebenarnya sudah mendekati normal, namun masih ada beberapa kendala yang perlu mendapat perhatian,” kata Tito, yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Baca Juga: MBG Akan Dipangkas Lima Hari, Tapi Dampak ke APBN Masih Minim

Di sisi lain, pemerintah masih fokus menangani 11 kabupaten/kota yang mengalami kerusakan berat.

Di wilayah seperti Aceh Utara, Aceh Timur, dan Pidie Jaya, prioritas penanganan meliputi pembersihan lumpur di fasilitas vital serta perbaikan akses jalan kabupaten dan desa yang rusak.

“Masih ada 11 daerah yang menjadi fokus utama untuk penyelesaian berbagai persoalan yang tersisa,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×