kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Pemerintah klaim angka kemiskinan dan pengangguran menurun


Selasa, 31 Mei 2011 / 18:32 WIB
Pemerintah klaim angka kemiskinan dan pengangguran menurun
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BCA hari ini Selasa 25 Agustus, cek bagi yang ingin tukar valas./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/08/11/2019.


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengklaim pertumbuhan ekonomi yang selama ini ditetapkan berkolerasi positif terhadap penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Menurut Agus, hasil pembangunan ekonomi sebenarnya sudah makin merata dan bisa dirasakan masyarakat luas.

Agus menyatakan hal itu berdasarkan koefisien Gini Rasio (ukuran ketimpangan) yang telah mengalami penurunan sejak 2008. Pada 2010 misalnya, Gini Rasio turun ke level 0,331 dari 0,357 yang menjadi posisi pada 2009. "Ini menunjukkan semakin meratanya pendapatan masyarakat," ucap dia dalam rapat paripurna jawaban pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR tentang kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal 2012, Selasa (31/5).

Agus mengatakan, pemerintah telah mampu menurunkan angka kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan menurun dari 16,6% pada 2007 menjadi 13,3% pada 2010. Lalu, tingkat kemiskinan untuk 2012 diperkirakan terus menurun hingga 10,5%-11,5% dari tahun sebelumnya sebesar 11,5%-12,5%.

Untuk menurunkan tingkat kemiskinan, pemerintah tetap akan melanjutkan program sosial Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Program Keluarga Harapan (PKH), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) untuk perdesaan, perkotaan, infrastruktur perdesaan, daerah tertinggal dan khusus serta infrastruktur sosial ekonomi wilayah.

Selain itu, pemerintah akan tetap melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Beras Miskin (Raskin). "Pemerintah akan tetap anggarkan 20% APBN untuk pendidikan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×