kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.000   17,00   0,09%
  • IDX 6.195   -1,40   -0,02%
  • KOMPAS100 809   -2,20   -0,27%
  • LQ45 613   -1,94   -0,32%
  • ISSI 214   0,41   0,19%
  • IDX30 345   -1,44   -0,42%
  • IDXHIDIV20 426   -2,53   -0,59%
  • IDX80 92   -0,22   -0,24%
  • IDXV30 117   -0,46   -0,39%
  • IDXQ30 110   -0,69   -0,62%

Pemerintah kembangkan bandara di daerah rawan bencana dan perbatasan


Selasa, 08 Februari 2011 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. TES KESEHATAN CAPIM KPK


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah akan mengembangkan bandar udara di daerah rawan bencana dan perbatasan. Tujuannya untuk memudahkan penanganan bencana.

Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan Udara Herry Bhakti menjelaskan, bandara tersebut bisa melayani pesawat kelas F27 atau C130 Hercules. "Dalam hal ini, pemerintah akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah," katanya saat rapat dengan pendapat dengan Komisi V DPR, Selasa (8/2).

Pengembangan bandara itu akan dilakukan di bandara Cut Nyak Dhien (Aceh), Nias, Teluk Dalam (Nias), Binaka Gunung Sitoli (Nias), Laskin Sinabung (Sumatera Barat), Pulau Batu (Sumatera Barat), Enggano (Selat Sunda) dan di pulau Komodo (NTT).

Untuk di perbatasan meliputi bandara Lekunik Rote dan Tardamu Sabu, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste. Selain itu, bandara John Becker Kisar di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini.

Herry menambahkan, anggaran untuk mengembangkan bandara untuk penggulangan bencana alam akan menggunakan dana dari APBN dan APBD. Alhasil, dia belum bisa menyebutkan berapa besar anggarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×