kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pemerintah ingin Natuna jadi pasar ikan raksasa


Rabu, 13 Juli 2016 / 16:41 WIB
Pemerintah ingin Natuna jadi pasar ikan raksasa


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Setelah berhasil melawan penangkapan ikan secara ilegal atau ilegal fishing, pemerintah mendorong pengusaha lokal untuk memanfaatkan sebesar-besarnya sektor perikanan tangkap. Caranya, memindahkan kapal-kapal lokal dengan bobot diatas 30 gross ton (GT) di utara Jawa ke wilayah Natuna dan Arafura.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, langkah ini diyakini akan meningkatkan kapasitas industri perikanan tangkap nasional.

"Kapal pencuri ini hilang, tetapi kapasitas tangkap menjadi kecil. Kita tidak ingin kembali ke rezim yang lama, sekadar panggil asing seperti dulu. Kita ingin tingkatkan kapasitas tangkap nasional," kata Rizal, Rabu (13/7).

Dengan pergeseran wilayah tangkap ini, diharapkan akan meningkatkan kapasitas tangkap dari 9,3% ke sekitar 40%. Bahkan, tahun depan dapat ditingkatkan lagi menjadi 70%-80%.

Dengan hasil tersebut, nelayan lokal bakal menikmati hasil tangkap yang banyak. Hasil tangkapan Ikan yang didapat juga akan dijual di pusat pelelangan ikan di sana.

"Kami ingin Natuna jadi pasar ikan terbesar kedua di dunia setelah Tokyo. Nanti kita bikin tempat lelang ikan di Natuna. Ini akan difasilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Nanti kami adakan rapat yang lebih teknis lagi terkait ini agar lebih bagus," kata Rizal.

Dengan pemanfaatan yang maksimal dimiliki oleh industri domestik, perusahaan-perusahaan sektor perikanan BUMN seperti Perindo dan Perinus juga diharapkan semakin bagus kinerjanya. Kapasitas tangkap ikan nasional bakal makin besar.

Sekjen KKP Sjarief Widjaja mengatakan, pihaknya sangat mengharap agar nelayan-nelayan di utara Jawa bisa nangkap di Natuna dan menjual ikan di Selat Lampa. Selain itu, pihaknya juga mengharapkan terhadap pemanfaatan perikanan budidaya, dengan komoditas berupa napoleon, kerapu, dan rumput laut. Pemerintah akan membangun pusat pelayanan terpadu dengan menyiapkan one stop show di Pulau Sedanau.

Pemerintah juga akan memanfaatkan kekayaan alam wilayah sekitar untuk kegiatan pariwisata. Di Pulau Senoa akan dikembangkan fasilitas untuk wisata bahari dan menjadikan pulau tersebut sebagai destinasi wisata premium.


Pemerintah dorong pemanfaatan di perairan Natuna

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×