kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45896,00   -6,56   -0.73%
  • EMAS932.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.23%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Pemerintah harapkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama lansia capai 90% di akhir Juni


Rabu, 07 April 2021 / 13:32 WIB
Pemerintah harapkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama lansia capai 90% di akhir Juni
ILUSTRASI. Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada lansia di Balai Kota Kediri, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/foc.

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebutkan, saat ini telah ada sejumlah kemudahan dalam rangka mengakselerasi dan membantu lansia mendapatkan akses vaksinasi.

Kini lansia yang ingin mendapatkan vaksinasi dapat mendatangi pos-pos pelayanan vaksinasi ataupun sentral vaksinasi tanpa perlu keterangan domisili lagi.

"Kita mengharapkan, minimum 90% lansia sudah kita berikan vaksinasi dosis pertama di akhir Juni,” jelas Nadia dalam siaran pers, Rabu (7/4).

Vaksinasi bagi lansia bertujuan untuk meminimalisasi angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, terlebih kelompok lansia yang memiliki fatality rate tinggi terhadap paparan Covid-19.

Saat ini pemerintah sudah membuka banyak sentra vaksinasi baik itu yang ada di Puskesmas maupun juga di beberapa pos-pos layanan vaksinasi milik pemerintah. Akselerasi vaksinasi terhadap lansia memang diperlukan, mengingat tingkat partisipasinya yang masih di angka 8,2% secara nasional. Dimana target vaksinasi Covid-19 bagi lansia ialah 21,5 juta orang.

Baca Juga: Hingga April 2021, Indonesia telah mencapai angka 12,7 juta vaksinasi Covid-19

Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas KIPI menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi masih rendahnya tingkat partisipasi lansia dalam vaksinasi. Di antaranya ialah adanya keraguan dan ketakutan dari lansia calon penerima vaksin Covid-19.

“Ada faktor ketakutan dan keraguan, yang selama ini jadi faktor utama bagi para lansia untuk mendatangi tempat-tempat vaksinasi,” ujarnya.

Saat ini posisi vaksinasi Covid-19 telah mencakup 145 juta jiwa di seluruh dunia dan tidak berbahaya. Meski diakui ada kejadian pasca ikutan (KIPI) yang dilaporkan, namun masih dalam kategori wajar. 

“Memang sudah ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dilaporkan. Namun saya bisa pastikan, KIPI ini adalah reaksi alamiah yang wajar. Ini terjadi pada setiap imunisasi yang artinya vaksin tersebut aman dan dapat diberikan bagi lansia,” jelasnya.

Hindra Irawan juga mengimbau agar masyarakat memperbanyak membaca dan menyebarkan berita gembira terkait vaksinasi lansia. Hindra memberi contoh misalnya terdapat testimoni dari pasangan lansia yang datang, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

"Testimoni pasangan lansia yang datang, tolong diambil gambarnya dan diwawancara, kemudian diberikan penghargaan sehingga masyarakat percaya,” pesannya.

Dirga Sakti Rambe, dokter spesialis penyakit dalam/vaksinolog menjelaskan, alasan vaksinasi Covid-19 penting bagi lansia, berkaca pada satu dari tiga pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit merupakan golongan lansia.

"Itulah alasan mengapa kita sangat menginginkan memperbanyak cakupan vaksinasi bagi golongan lansia ini, karena kita harus melindungi orang tua kita dengan segera,” terang Dirga.

Selanjutnya: Stok vaksin corona terbatas, Menkes prioritaskan vaksinasi untuk lansia

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




[X]
×