kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.094   -54,00   -0,31%
  • IDX 7.171   199,63   2,86%
  • KOMPAS100 991   32,89   3,43%
  • LQ45 724   22,18   3,16%
  • ISSI 256   6,47   2,59%
  • IDX30 395   12,49   3,27%
  • IDXHIDIV20 483   11,54   2,45%
  • IDX80 112   3,54   3,28%
  • IDXV30 133   2,26   1,73%
  • IDXQ30 128   3,60   2,90%

Pemerintah gelontorkan stimulus untuk topang ekonomi, begini pendapat OJK


Jumat, 13 Maret 2020 / 15:25 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan sambutan dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (6/2/2020). Pertemuan tahunan tersebut mengangkat tema Ekosistem K


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumat (13/3) pukul 14.57 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 4.649, angka ini koreksi 5,02% dibandingkan penutupan pasar kemarin (12/3). 

Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan sederet paket stimulus ekonomi guna menahan dampak virus corona terhadap perekonomian. Ini juga menjadi harapan agar pasar modal kembali sehat. Pemerintah pun sudah menggelontorkan stimulus fiskal dan non-fiskal.

Baca Juga: Rupiah spot memperkecil pelemahan ke level Rp 14.695 per dolar AS pukul 15.00 WIB

Namun demikian, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menilai paket stimulus ekonomi tidak langsung mempan buat pasar modal menghijau. Menurutnya, dampak dari stimulus dari pemerintah akan bertahap memperbaiki kinerja korporasi terlebih dahulu barulah respons market akan positif. 

“Paket stimulus yang dikeluarkan ini tidak langsung kepada pasar modal. Tapi kami harapkan bisa beri confident pelaku usaha baik sektor yang terkena secara langsung maupun tidak langsung termasuk investor pasar modal,” kata Wimboh, dalam konferensi pers Stimulus Ekonomi Jilid II di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (13/3). 

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Defisit anggaran bertambah Rp 125 triliun tahun ini




TERBARU

[X]
×