kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Pemerintah Dorong Wisata Baru untuk Tambah Pundi Devisa Negara


Rabu, 05 Februari 2025 / 18:51 WIB
Pemerintah Dorong Wisata Baru untuk Tambah Pundi Devisa Negara
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Tahun 2024 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Rabu (5/2/2025).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus berupaya meningkatkan devisa negara dengan mendorong sektor-sektor potensial lainnya, salah satunya adalah pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pariwisata menjadi salah satu sektor yang sedang dibahas untuk dimaksilkan sebagai sumber devisa negara.

"Salah satu yang sedang dalam pembahasa low hanging fruit itu adalah dari segi pariwisata. Jadi pariwisata, kita akan terus genjot," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (5/2).

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Meleset, Menko Airlangga Ungkap Alasannya

Ia menekankan pentingnya pemerataan destinasi pariwisata agar tidak hanya terpusat di Bali, yang saat ini mulai mengalami kepadatan. 

Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk mengembangkan destinasi lain seperti Lombok dan Labuan Bajo sebagai daya tarik wisata internasional. 

Baca Juga: Kucuran Insentif Jadi Strategi Pemerintah Dorong Perekonomian di Kuartal I-2025

Selain itu, pemerintah juga sedang membahas fasilitas keimigrasian dan visa untuk memudahkan akses wisatawan ke wilayah-wilayah tersebut.

"Jadi juga dengan Wakil Menteri Imigrasi kita bicara terkait dengan fasilitas visa untuk wilayah-wilayah tersebut," katanya.

Airlangga juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah mendorong Batam dan Bintan sebagai jembatan untuk menarik wisatawan asing, sehingga sektor pariwisata dapat lebih seimbang dalam memberikan kontribusi terhadap devisa negara dibandingkan dengan sektor ekspor lainnya.

"Dan juga kita akan mendorong misalnya tujuan Batam-Bintan itu juga bisa menjadi jembatan untuk menarik daripada sektor tourism untuk mengimbangi ekspor kita," pungkas Airlangga.

Baca Juga: Aturan Final! Eksportir Wajib Parkir Devisa Hasil Ekspor SDA 100% Minimal 1 Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×