kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Pemerintah disarankan ubah program kartu prakerja menjadi bantuan langsung tunai


Jumat, 01 Mei 2020 / 18:43 WIB
ILUSTRASI. Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memberikan bantuan sosial berupa program Kartu Prakerja kepada masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pengangguran, sebagai upaya dalam menanggapi dampak virus Corona.

Pada tahun ini, pemerintah memperluas target penerima program kartu prakerja untuk 5,6 juta orang, dengan alokasi anggaran senilai Rp 20 triliun. Fokus dari program kartu prakerja ini, adalah pelatihan untuk meningkatkan masyarakat agar mampu bersaing di pasar nasional dan pasar global.

Baca Juga: 5.348 orang di-PHK, Khofifah sebut May Day 2020 diselimuti keprihatinan

Adapun kelompok masyarakat yang disasar adalah pengangguran, masyarakat yang terkena PHK, serta bagi pegawai kelas rendah (low skill) yang ingin meningkatkan kualitasnya menjadi tingkat manajerial. Nantinya, peserta yang lolos dalam program ini akan mendapatkan dana manfaat sebesar Rp 3,5 juta yang bisa digunakan untuk melakukan program pelatihan.

Menanggapi perluasan penerima dari program kartu prakerja, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Vera Febyanthy menyarankan agar program ini bisa dihentikan terlebih dahulu.

Menurutnya, akan lebih efektif apabila dana manfaat yang dialokasikan dalam program ini bisa diubah menjadi bantuan langsung tunai (BLT). Terlebih, program kartu prakerja juga saat ini mendapatkan banyak kritik dari masyarakat luas.

"Sebaiknya bentuk insentif tersebut dialihkan untuk korban PHK, masyarakat kelas menengah, juga calon masyarakat menengah bawah. Pasalnya mereka juga menjadi calon orang miskin, lebih baik pelatihan itu dialihkan saja," ujar Vera dalam rapat virtual dengan Menteri Keuangan, Kamis (30/4).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×