kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Pemerintah diminta tidak kebablasan soal penguatan reformasi sistem keuangan


Jumat, 04 September 2020 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas di gedung kantor pusat Bank Indonesia (BI) Jakarta, (18/7). 


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

Sehingga, apabila sampai itu dilakukan, maka tentu BI akan dianggap sebagai lembaga yang tidak independen. Menurutnya, ini justru menjadi kontraproduktif  terkait independensi BI.

“Pasar melihat kalau nanti diberlakukan permanen, formasi ke arah situ tentu akan menjadi gangguan sebab fiskal harus lebih dominan,” jelasnya.

Tauhid menegaskan, dirinya sangat setuju kalau pemerintah dan BI hanya sebatas koordinasi untuk penguatan KSSK.  “Jangan sampai kebablasan terkait pembahasan isu itu,” tutupnya.

Selanjutnya: Begini penjelasan Sri Mulyani terkait kontroversi wacana revisi UU BI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×