kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.963   -67,00   -0,37%
  • IDX 5.918   171,60   2,99%
  • KOMPAS100 783   23,56   3,10%
  • LQ45 589   19,59   3,44%
  • ISSI 203   5,72   2,90%
  • IDX30 334   11,81   3,66%
  • IDXHIDIV20 412   13,83   3,47%
  • IDX80 88   2,36   2,74%
  • IDXV30 111   2,56   2,36%
  • IDXQ30 107   3,17   3,06%

Pemerintah diminta tidak kebablasan soal penguatan reformasi sistem keuangan


Jumat, 04 September 2020 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas di gedung kantor pusat Bank Indonesia (BI) Jakarta, (18/7). 


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

Sehingga, apabila sampai itu dilakukan, maka tentu BI akan dianggap sebagai lembaga yang tidak independen. Menurutnya, ini justru menjadi kontraproduktif  terkait independensi BI.

“Pasar melihat kalau nanti diberlakukan permanen, formasi ke arah situ tentu akan menjadi gangguan sebab fiskal harus lebih dominan,” jelasnya.

Tauhid menegaskan, dirinya sangat setuju kalau pemerintah dan BI hanya sebatas koordinasi untuk penguatan KSSK.  “Jangan sampai kebablasan terkait pembahasan isu itu,” tutupnya.

Selanjutnya: Begini penjelasan Sri Mulyani terkait kontroversi wacana revisi UU BI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×