kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.108   25,00   0,14%
  • IDX 6.156   64,67   1,06%
  • KOMPAS100 807   10,89   1,37%
  • LQ45 616   9,24   1,52%
  • ISSI 213   2,17   1,03%
  • IDX30 347   5,57   1,63%
  • IDXHIDIV20 428   5,39   1,28%
  • IDX80 92   1,29   1,42%
  • IDXV30 117   1,32   1,15%
  • IDXQ30 111   1,73   1,58%

Pemerintah diminta kreatif mengatasi subsidi BBM


Selasa, 13 Agustus 2013 / 11:11 WIB
ILUSTRASI. Pada Kamis (17/3/2022), pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 24 akan dibuka.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Anggota Komisi XI DPR, Maruarar Sirait, mendesak pemerintah tidak mencari jalan pintas untuk mengantisipasi membengkaknya subsidi bahan bakar minyak (BBM) akibat depresiasi rupiah.

Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan itu, menuntut pemerintah untuk kreatif mengambil langkah antisipasi pembengkakan subsidi BBM.
 
Menurut pria yang akrab disapa Ara tersebut, subsidi BBM selalu bergantung kepada variabel makro, seperti nilai tukar rupiah. "Kondisi ini disebabkan lemahnya pondasi ketahanan sistem keuangan negeri kita," kata Ara saat dihubungi KONTAN, Selasa, (13/8).

Untuk itu, Ara berharap pemerintah segera melakukan inovasi dalam mengoptimalkan penerimaan negara. Menurutnya, sampai saat ini, masih ada potensi besar penerimaan negara yang belum tergali optimal di beberapa sektor. "Kita bisa genjot penerimaan dari menaikkan cukai rokok, minuman beralkohol, sampai royalti batu bara," jelas Ara.

Sebagaimana diketahui, spekulasi kemungkinan naiknya BBM kembali merebak. Hal ini tak lepas dari membengkaknya subsidi BBM yang mungkin akan melebihi asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2013.

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, kondisi ini disebabkan terus melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (US$).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×