kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pemerintah diminta kreatif mengatasi subsidi BBM


Selasa, 13 Agustus 2013 / 11:11 WIB
Pemerintah diminta kreatif mengatasi subsidi BBM
ILUSTRASI. Pada Kamis (17/3/2022), pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 24 akan dibuka.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Anggota Komisi XI DPR, Maruarar Sirait, mendesak pemerintah tidak mencari jalan pintas untuk mengantisipasi membengkaknya subsidi bahan bakar minyak (BBM) akibat depresiasi rupiah.

Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan itu, menuntut pemerintah untuk kreatif mengambil langkah antisipasi pembengkakan subsidi BBM.
 
Menurut pria yang akrab disapa Ara tersebut, subsidi BBM selalu bergantung kepada variabel makro, seperti nilai tukar rupiah. "Kondisi ini disebabkan lemahnya pondasi ketahanan sistem keuangan negeri kita," kata Ara saat dihubungi KONTAN, Selasa, (13/8).

Untuk itu, Ara berharap pemerintah segera melakukan inovasi dalam mengoptimalkan penerimaan negara. Menurutnya, sampai saat ini, masih ada potensi besar penerimaan negara yang belum tergali optimal di beberapa sektor. "Kita bisa genjot penerimaan dari menaikkan cukai rokok, minuman beralkohol, sampai royalti batu bara," jelas Ara.

Sebagaimana diketahui, spekulasi kemungkinan naiknya BBM kembali merebak. Hal ini tak lepas dari membengkaknya subsidi BBM yang mungkin akan melebihi asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2013.

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, kondisi ini disebabkan terus melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (US$).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×