kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.660   -4,00   -0,02%
  • IDX 6.617   -19,40   -0,29%
  • KOMPAS100 865   -1,82   -0,21%
  • LQ45 656   -1,82   -0,28%
  • ISSI 231   0,83   0,36%
  • IDX30 367   -1,05   -0,29%
  • IDXHIDIV20 453   -1,35   -0,30%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,56   0,44%
  • IDXQ30 117   -0,48   -0,41%

Pemerintah dan Banggar Sepakati Postur RAPBN 2027, Pendapatan dan Belanja Naik


Senin, 07 September 2026 / 12:58 WIB
Pemerintah dan Banggar Sepakati Postur RAPBN 2027, Pendapatan dan Belanja Naik
ILUSTRASI. Ilustrasi dokumen asuransi (Shutterstock/Shutterstock)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) sepakat melakukan penyesuaian dalam postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN 2027).

Dalam kesempatan tersebut, terdapat kenaikan pada sisi pendapatan negara maupun belanja negara.

Berdasarkan rapat Banggar bersama pemerintah, Senin (7/9/2026), penerimaan perpajakan mengalami peningkatan dari Rp 2.908 triliun menjadi Rp 2.912 triliun, atau bertambah Rp 4 triliun.

Rinciannya adalah penerimaan pajak meningkat dari Rp 2.591,4 triliun menjadi Rp 2.593,4 triliun. Kemudian kepabeanan dan cukai naik dari Rp 316,6 triliun menjadi Rp 318,6 triliun.

Baca Juga: Soal Rencana Kenaikan Batas Omzet Bebas Pajak UMKM, Purbaya: Masih Dipelajarin

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga meningkat dari Rp 517,4 triliun menjadi Rp 522,5 triliun, atau naik Rp 5,1 triliun.

Di sisi lain, penerimaan hibah tidak mengalami perubahan atau tetap sebesar Rp 0,7 triliun.

Dengan demikian, target pendapatan negara dan hibah tercatat menjadi Rp 3.426 triliun, atau naik Rp 9,1 triliun menjadi Rp 3.435,1 triliun.

Sementara untuk postur belanja juga mengalami peningkatan. Dalam Nota Keuangan, belanja negara ditargetkan sebesar Rp 4.097, 2 triliun. Kemudian dalam kesepatan Banggar dinaikkan menjadi Rp 4.106,3 triliun.

Rinciannya, belanja pemerintah pusat naik dari Rp 3.362,2 triliun menjadi Rp 3.371,3 triliun atau bertambah Rp 9,1 triliun. Kenaikan ini berasal dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang disesuaikan dari Rp 1.504,7 triliun menjadi Rp 1.513,8 triliun.

Sementara untuk belanja non K/L dan transfer ke daerah tidak mengalami perubahan, atau masing-masing sebesar Rp 1.857,5 triliun dan Rp 735 triliun.

Meski postur belanja dan pendapatan mengalami penyesuaian, Banggar dan pemerintah tetap menargetkan defisit dalam RAPBN 2027 sebesar 2,40% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga: BGN Hentikan Sementara Pelayanan MBG di Wilayah Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×