kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Pemerintah Buka Peluang Inflasi 2022 Mendekati Batas Atas Kisaran Sasaran


Selasa, 26 April 2022 / 19:39 WIB
ILUSTRASI. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir (kiri). Pemerintah Buka Peluang Inflasi 2022 Mendekati Batas Atas Kisaran Sasaran.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian masih optimistis tingkat inflasi dalam negeri akan berada di dalam kisaran sasaran 2% year on year (yoy) hingga 4% yoy. Namun, dengan kondisi terkini, pemerintah melihat inflasi akan berada di batas atas kisaran sasaran tersebut. 

“Untuk sementara proyeksi inflasi kami masih dalam kisaran sasaran, tapi mendekati batas atas (kisaran sasaran),” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir kepada Kontan.co.id, Selasa (26/4). 

Iskandar menyebut, peningkatan inflasi pada tahun ini didorong oleh peningkatan harga pangan bergejolak (volatile food) dan peningkatan kelompok transportasi seiring dengan pelonggaran mobilitas yang dilakukan oleh pemerintah. 

Baca Juga: Ekonom Bank Danamon Prediksi Inflasi pada 2022 Berpeluang Melejit di Atas Target BI

Nah, untuk menjaga inflasi berada di kisaran sasaran, Iskandar menyebut ada beberapa hal yang dilakukan oleh pemerintah.

Pertama, menjaga ketersediaan pasokan yang cukup baik itu menjelang hari raya Idul Fitri maupun setelahnya bahkan hingga akhir tahun. “Ini dengan bekerja sama dengan daerah produsen hingga melakukan impor bila barang memang tidak tersedia di dalam negeri,” kata Iskandar. 

Kedua, menjamin kelancaran distribusi barang antara lain dengan subsidi ongkos angkut.

Ketiga, keterjangkauan harga antara lain dengan operasi pasar dan meningkatkan peran Perum Bulog. 

Baca Juga: Net Buy Asing Tembus Rp 19,42 Triliun, Ini Saham yang Banyak Diborong, Selasa (26/4)

Keempat, meningkatkan komunikasi untuk menghindari konsumsi yang berlebihan dan penimbunan barang dengan bekerja sama dengan satgas pangan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×