Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan kembali membuka program magang nasional yang ditargetkan bisa menampung 100.000 peserta di tahun ini.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya usai meninjau salah satu pelaksanaan program magang nasional 2025 di PT Paragon Technology and Innovation di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
"Pada tahun 2026 ini minimal 100.000 peserta magang juga akan dibuka kembali pada pertengahan tahun ini," kata Teddy melalui keterangan resmi di Instagram @sekretariat.kabinet, Selasa (17/1/2026).
Baca Juga: Izin 28 Perusahaan Dicabut, Mensesneg Tegaskan Pemberhentian Operasi Bertahap
Teddy menyebut program magang ini memberikan banyak manfaat bagi peserta mulai dari pengalaman dan keterampilan kerja hingga manfaat uang saku sebesar upah minimum kota/kabupaten.
Teddy mengatakan di Paragon terdapat lebih dari 175 pegawai Magang Nasional dari Kemenaker yang sudah bekerja selama dua bulan.
Dia bilang, berdasarkan pimpinan perusahaan Paragon, para peserta magang sangat cepat beradaptasi, berinovasi kreatif sesuai perkembangan zaman dan sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas dan permintaan pelanggan.
"Dengan adanya program ini, para lulusan fresh graduate dapat berlomba meraih pekerjaan awal serta perusahaan juga memperoleh manfaat dengan mendapat pegawai magang yang dibiayai oleh Pemerintah," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli akan mengevaluasi magang nasional ketika program tersebut sudah berjalan empat bulan.
Ia menjelaskan pihaknya saat ini masih memantau proses berjalannya program yang sudah dilaksanakan sejak Oktober 2025 itu.
"Kami berencana, sesudah empat bulan atau mendekati bulannya ke lima, kami akan lakukan evaluasi secara komprehensif, saat ini baru evaluasi-evaluasi kualitatif, sesuai dengan peninjauan, sejalan dengan peninjauan-peninjauan yang kami lakukan saat pelaksanaan magang,” kata Yassierli dalam rapat kerja Kemnaker dengan Komisi IX DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Dikabarkan Jadi WN Australia, Kejagung Tegaskan Jurisy Tan Masih WNI
Dari evaluasi sementara yang sudah dilakukan, Yassierli menilai program tersebut sudah memberi dampak yang cukup signifikan terhadap peningkatan keterampilan peserta. Ia juga mendorong adanya sertifikat kompetensi selama magang yang bisa didapat oleh peserta dari perusahaan.
"Opsional tapi kami terus akan dorong perusahaan untuk memberikan sertifikat kepada peserta magang sesudah mereka enam bulan, itu adalah sertifikat kompetensi,” ujar Yassierli.
Selanjutnya: Prabowo Putuskan Ikut Iuran Anggota Dewan Perdamaian Besutan Trump
Menarik Dibaca: Tren Warna Biru 2026 dari Dulux, Ini Manfaatnya untuk Hunian
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













