kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah bisa ambil alih pembangunan Cilamaya


Kamis, 09 April 2015 / 15:12 WIB
ILUSTRASI. Harga Mobil Bekas Nissan X-Trail Lawas Murah Banget, Alternatif Pajero dan Fortuner./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/04/101/2021.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Selain memutuskan menggeser pembangunan Pelabuhan Cilamaya, pemerintah juga berencana melibatkan diri dalam pembangunan pelabuhan penyangga Pelabuhan Tanjung Priok. Adrinof Chaniago, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas mengatakan, pemerintah ingin ambil bagian dalam pembangunan tersebut.

Tapi, keikutsertaan pemerintah tersebut dilakukan dengan syarat, keterlibatan swasta penuh dalam pembangunan proyek tersebut bisa mengganggu dan bahkan merugikan kepentingan masyarakat. "Kalau swasta ternyata bisa beri keuntungan ke semua, pemerintah tidak perlu ambil bagian," kata Adrinof di ruang kerjanya Kamis (9/4).

Selain membuka kesempatan untuk ambil bagian, Adrinof juga mengatakan, pemerintah juga akan mengusulkan sedikit perubahan peruntukan. Jika rencananya pelabuhan penyangga Tanjung Priok yang rencananya akan dibangun di Cilamaya tersebut awalnya hanya akan digunakan untuk kapal barang, pemerintah juga akan mengusulkan pelabuhan tersebut untuk angkutan kapal penumpang.

"Usulannya mungkin 80% untuk petikemas, sisanya penumpang," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×