kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Pemerintah bidik Sumatera dan Sulawesi untuk program food estate


Minggu, 06 Februari 2011 / 13:02 WIB
Jeff Bezos berpesat bersama Katy Perry dan Lil Nas X


Reporter: Hans Henricus |

JAKARTA. Rencana budidaya tanaman pangan skala luas atau food estate terus bergulir. Selain Papua, pemerintah membidik pulau Sumatera dan Sulawesi untuk melanjutkan program ketahanan pangan itu.

Rencananya, pemerintah akan mengembangkan tebu sebagai tanaman pangan prioritas. "Yang jelas di luar Jawa potensi-potensi itu ada," ujar Menteri Pertanian Suswono akhir pekan lalu.

Menurutnya masih banyak lahan di Sumatera maupun Sulawesi yang bisa digunakan untuk mengembangkan tebu. Tebu menjadi prioritas karena pemerintah sedang berupaya menekan laju impor gula yang rata-rata 2 juta ton setiap tahunnya. Selain itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula sebesar 5,7 juta ton pada tahun 2014 nanti.

Rinciannya, 2,96 juta ton untuk konsumsi langsung masyarakat. Sedangkan, 2,74 juta ton sisanya kebutuhan industri makanan dan minuman.

Sayangnya, Suswono belum bisa memastikan berapa luas lahan yang dibutuhkan untuk mengembangkan tebu di Sumatera dan Sulawesi. "Kita kan sedang menginventarisir lahan," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Sekadar informasi, saat ini food estate sedang bergulir di Merauke, provinsi Papua. Pemerintah daerah telah menyiapkan 570 ribu hektare lahan untuk memuluskan program itu.

Adapun tanaman pangan yang dikembangkan antara lain tebu, kedelai, dan jagung. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Rp1 triliun untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar dan pengembangan tata ruang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×