kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Pemerintah, BI sambut rekomendasi baru JPMorgan


Senin, 16 Januari 2017 / 20:29 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah menyambut baik bank asal Amerika Serikat (AS) JPMorgan Chase Bank NA yang menaikkan rekomendasi aset portofolio Indonesia dari sebelumnya underweight menjadi neutral.

November lalu, JPMorgan menurunkan rekomendasi aset portfolio Indonesia dari overweight menjadi underweight lantaran kebijakan Presiden AS terpilih Donald Trump yang bisa berdampak pada perekonomian Indonesia.

Langkah JPMorgan tersebut berlanjut pada pemutusan hubungan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan JPMorgan hingga merevisi peraturan menteri keuangan (PMK) yang mengatur tentang dealer utama perdagangan surat utang negara (SUN).

Terkait kenaikan peringkat tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif. Sayangnya ia masih enggan berkomentar banyak. "Bagus," katanya singkat usai konferensi pers terkait Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kantornya, Senin (16/1).

Begitu juga dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. "Ya bagus lah," kata Darmin.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, kenaikan peringkat tersebut sesuai dengan kondisi perekonomian domestik pada tahun lalu yang menjadi tahun konsolidasi baik fiskal, perbankan, maupun korporasi.

Menurut Agus, indikator ekonomi Indonesia pada tahun lalu menujukkan perbaikan, mulai dari inflasi, defisit transaksi berjalan, cadangan devisa hingga nilai tukar rupiah.

"Kalau di 2017 kita paham bahwa periode ini kita sebut sbeagai periode pemulihan. 2017 ini kita harapkan adalah kondisi pemulihan sehingga pertumbuhan ekonomi kami harapkan 5%-5,4%," kata Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×